Di dalam penggunaan teknologi komputer maupun smartphone, kita semua pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya sistem operasi. Sistem operasi sendiri merupakan sebuah software yang mana berguna untuk mengatur jalannya atau mengatur kinerja yang ada pada sebuah komputer agar bisa digunakan dengan baik.
Tentunya juga seperti yang kita tahu bahwa banyak sistem operasi yang ada dan telah berkembang dan digunakan di berbagai platform pabrikan komputer atau smartphone, misalnya saja sistem operasi windows dan juga sistem operasi android yang sekarang telah berkembang sangat pesat.
Nah di dalam perkembangan serta penggunaannya, ternyata software biasa maupun sistem operasi mempunyai sebuah lisensi yang mana terdapat software yang penggunaannya bisa digunakan secara gratis dan bisa dikembangkan sesuai dengan keinginan kita sebagai pengembang dan ada juga software yang bersifat berbayar dan juga tidak bisa dimodifikasi atau dikembangkan.
Kedua hal tersebut biasa disebut dengan Open Source dan juga Close Source. Yang mana pada open source pembuat software mengizinkan pengguna untuk mengembangkan software dan sebaliknya jika dengan close source. Tentunya kedua hal ini memiliki pengertian dan juga penggunaan yang berbeda.
Open Source
Open Source adalah perangkat lunak (software) yang di mana kode programnya bersifat terbuka dan disediakan oleh pengembangnya secara umum agar bisa untuk dipelajari, diubah maupun dikembangkan lebih lanjut serta disebarluaskan dan boleh bahkan untuk memperbaiki bug atau kesalahan pada program tersebut.
Open source merupakan sebuah lisensi pengembangan yang pengelolaannya tidak dikoordinasi oleh seorang individu semata atau sebuah lembaga pusat, melainkan dikoordinasi oleh para pengguna yang saling bekerja sama dalam penggunaan source code (kode sumber) yang tersedia bebas dan dapat diakses atau dimodifikasi oleh siapapun. Pada dasarnya, open source menerapkan pola pengembangan take and give.
Sementara itu, jika ada pembuat perangkat lunak (software) yang tidak mengizinkan dari kode programnya untuk diubah dan dimodifikasi, namun kode program dari perangkat lunak tersebut sebenarnya tersedia, maka bukanlah disebut sebagai sistem operasi open source. Yang perlu ditekankan di sini adalah, Sistem Operasi Open Source tidak selalu disediakan secara gratis, melainkan tetap ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli program tersebut, Seperti halnya adalah RedHat Linux.
Tujuan Open Source yang sesungguhnya adalah menghilangkan ketergantungan terhadap Vendor, yang di mana dari pihak Vendor bisa saja bertindak secara seenaknya. Open Source juga meyediakan software yang mudah untuk dijangkau oleh masyarakat luas dan menghindari adanya pengambilan keuntungan besar-besaran/berlebihan dari Vendor.
Dan perlu untuk kita ketahui, Open Source di sini bersifat bebas maksudnya bukan berarti sebebas-bebasnya, melainkan bebas untuk digunakan, dikembangkan, disebarkan ulang dengan mempertanggungjawabkan secara bersama dan tidak untuk menghilangkan hak cipta pembuat.
Contoh Software Open Source
Setelah mengetahui tentang penjelasan mengenai apa itu open source, akan lebih lengkap rasanya bila kita mengetahui jenis-jenis software apa saja yang merupakan contoh software dengan lisensi open source ini. Nah, berikut ini adalah beberapa software yang memiliki lisensi open source yang bisa dikembangkan.
Linux

Contoh software yang pertama adalah linux. Kita semua pastinya sudah tahu bahwa linux ini merupakan sebuah software sistem operasi. Linux sendiri adalah software sistem operasi open source yang gratis untuk disebar luaskan di bawah lisensi GNU. Linux merupakan turunan dari unix dan dapat bekerja pada berbagai macam perangkat keras koputer mulai dari inter x86 sampai dengan RISC.
Linux saat ini, dapat digunakan untuk jaringan, pengembangan software, dan untuk pekerjaan sehari-hari. Kebebasan bagi programmer dan administrator jaringan dalam menggunakan linux, ialah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan mengubahnya sesuai keinginan. Hal ini sendiri berimplikasi pada beberapa hal penting, yakni : keamanan dan dinamika. Karena sifatnya yang kompatible dengan UNIX maka linux bisa berinteraksi dengan sistem operasi lain seperti windows, Macintosh, netware dan lain sebagainya.
Mysql

Contoh software open source yang berikutnya adalah mysql. MySQL adalah sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (DBMS) yang multithread, dan multi-user. MySQL adalah implementasi dari system manajemen basis data relasional (RDBMS). MySQL dibuah oleh TcX dan telah dipercaya mengelola system dengan 40 buah database berisi 10.000 tabel dan 500 di antaranya memiliki 7 juta baris.
Aplikasi MySql ini dapat berjalan disemua platform baik itu Linux maupun Windows, MySQL sendiri merupakan sebuah aplikasi yang dapat dipergunakan untuk membuat database yang bersifat terbuka atau open source. Yang merupakan program pengakses database yang bersifat networking sehingga bisa digunakan untuk aplikasi Multi User (Bisa digunakan oleh banyak Pengguna), MySQL merupakan aplikasi yang sangat populer di kalangan para pengembang bahasa pemrograman PHP dan banyak digunakan untuk situs web, aplikasi web dan layanan online lainnya.
Close Source
Setelah kita mengetahui pengertian, contoh dan juga kelebihan serta kekurangan dari software dengan lisensi open source, kali ini kita akan membahas juga mengenai software dengan lisensi close source. Dari namanya saja tentunya kita semua sudah tahu bahwa software dengan lisensi close source ini pastinya berbeda dengan open source. Jika pada open source kita bebas untuk mengembangkan software yang kita gunakan, hal itu akan berbeda halnya dengan close source ini.
Close source adalah software yang source codenya tidak dibuka untuk umum. Sang pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui lisensi, entah dengan gratis maupun membayar. Meskipun gratis, lisensi tertentu bisa membuat sebuah software tidak sepenuhnya open source. Misalnya jika di lisensi tersebut ada larangan untuk memodifikasi code, maka software ini tidak open source.
Close Source juga merupakan salah satu software perangkat lunak yang dipublikasikan tanpa kode sumber. Secara umum, itu berarti hanya binari dari program komputer didistribusikan dan lisensi tidak memberikan akses ke program kode sumber. Kode sumber dari program tersebut bisa dianggap sebagai rahasia dagang perusahaan. Akses ke kode sumber oleh pihak ketiga umumnya memerlukan partai untuk menandatangani perjanjian non-disclosure.
Contoh Software Close Source
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan close source, pastinya akan lebih lengkap atau lebih jelas jika kita juga mengetahui contoh-contoh dari software yang menggunakan lisensi close source. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa contoh software dengan lisensi close source.
Adobe Photoshop

Contoh software dengan lisensi close source yang pertama adalah adobe photoshop. Siapa yang tidak tahu dengan software aplikasi yang satu ini. Sesuai dengan namanya, adobe photoshop merupakan salah satu software aplikasi yang digunakan untuk editing. Adobe photoshop banyak digunakan terutama pada bidang multimedia yang mana berguna untuk mengedit foto ataupun membuat desain grafis.
Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems.
Microsoft Windows

Contoh software dengan lisensi close source yang berikutnya adalah microsoft windows. Seperti yang sudah kita semua ketahui, microsoft windows merupakan salah satu software sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia. Hampir semua unit komputer pastinya menggunakan sistem operasi wiindows ini.
Microsoft windows adalah Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang menggunakan antarmuka dengan berbasikan GUI (Graphical User Interface) atau tampilan antarmuka bergrafis. Pada umumnya system operasi ini banyak sekali di gunakan oleh masyarakat, dari kalangan menengah ke atas hingga ke bawah. Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line.




